PREMAN INSAF

MENUJU HARI YANG LEBIH CERAH

KISAH KU

Latar Belakang

Hai….Perkenan aku untuk mengisahkan sebuah jalan kehidupan yang pernah aku lalui.
Aku terlahir 22 tahun yang lalu, orang tua aku ngasih nama Ahmad Sudaevi, tapi belakangan nama aku berubah menjadi Dede Sudaevi, ini dikarenakan orang tua aku dan juga saudara-saudara aku memanggil aku dengan sebutan Dede pada waktu aku masih kecil, sejak itulah nama aku berubah menjadi Dede Sudaevi, aku terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana, ibu aku adalah seorang ibu rumah tangga biasa, dan ayah aku adalah seorang penjual sayur keliling yang keluar masuk kampung orang lain, tapi aku bangga dengan kedua orang tua aku, meskupun ibu hanya seorang IRT dan ayah aku hanya seorang tukang sayur, tapi Alhamdulillah anak-anaknya pada maju dan berkembang, kami empat bersaudara, kakak aku yang pertama perempuan, yang kedua lai-laki dan yang ke empat jug alai-laki, jelasnya di keluarga aku 1 perempuan dan tiga laki-laki, kakak aku yang perenpuan dia adalah seorang guru dan alhamdulillah sudah menjadi PNS serta sudah menyandang gelar S,pd.i, kakak aku yang kedua juga seorang guru dan sekarang lagi menyelesaikan studinya ( S1), dan aku sendiri bekerja di sebuah LSM yang berda di Jakarta serta lagi melanjutkan studi ( S1 ) juga, dan adik aku yang paling bontot sekarang masih sekolah di SMK kelas Dua.

Alhamdulillah aku terlahir dari sebuah keluarga yang sangat religious, sehingga orang tua dan keluarga mendidik kami berempat dengan dasar pendidikan agama, sehingga waktu sekolahpun kami dimasukkan kesekolah yang berlatar belakang agama, di luar sekolah kami juga di masukan pesantren guna menimba ilmu agama yang lebih luas lagi.

Masa Sekolah

Menginjak usia enam tahun aku masuk Sekolah Dasar ( SD), yan terletak tak jauh dari rumah tempat aku bermukim, setelah enam tahun lama aku sekolah, akhirnya tiba juga untuk aku meninggalkan sekolah, guru dan teman-teman di masa kecil aku, setelah lulus dari SD aku melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi yaitu Mts( Sederajat dengan SMP) kali ini sekolah amat sangat jauh dari rumah, aku di masukan sekolah sambil mesantren di Daar El Qolam, Gintung Balaraja, Tangerang Banten, disana bukan hanya ilmu umam saja yang di pelajari tapi juga ilmu agama, disana pelaturannya sangat ketat sekali, setiap hari para siswa/siswi di wajibkan untuk berbicara dalam tiga bahasa yakni, Inggris, Arab dan Bahasa Indonesia, Setalah lama disana bahasa Indonesia pun gak digunakan lagi, jadi bicara sehari-hari menggunakan dua bahasa, sayangnya aku disana cumin tahan sampai 14 hari ( dua minggu), selain pelaturan yang ketat yang membuat aku gak betah adalah dari segi cuaca, air, serta makanan, mungkin pada waktu itu aku belom bisa beradaptasi, hingga akhirnya pada hari minngu aku kabur, aku dapat dua kali kabur, kabur yang pertama sama keluarga aku diantarin lagi kesekolah, karena gak kerasan akhirnya aku kabur lagi, kabur yang kedua ini membuat keluarga mencari jalan yang lain, hingga akhirnya aku di cabut dari sana dan di masukan kesekolah yang jaraknya lebih deket dengan rumah, sama keluarga aku dimasukan ke sekolah Mts Darul Ulum, di sekolah yang baru ini aku mendapatkan temen-temen yang baik, setlah tiga tahun aku lulus dengan hasil yang lumayan memuaskan, setelah lulus aku masuk lagi ketingkat yang lebih tinggi yakni MA Darul Ulum juga, pada tahun 2005 aku lulus dengan hasil yang lumayan juga……

Masa-Masa Bandel

Pada kelas dua MTs aku termasuk salah seorang murid yang paling bandel di sekolah, kerjaanku tiap hari nodong siswa lain, bolos, main perempuan, tawuran, dan juga ngedayak ( Naik Tronton), serta ngetrek motor, kebiasaan ini terus berlanjut sampai di MA, Meskipun bandel aku tetep naik kelas/lulus dalam ujian, di MA aku sempat menjadi kepala gank( kepala preman sekolah) sehingga membuat siswa-siswa yang lain menjadi takut bila berpapasan atau ketemu sama aku, pernah pada sutau hari aku bersama teman-teman hampi saja “ mengrjai” perempuan dengan menggunakan obat perangsang, obat yang kita gunakan meskipun dosisnya kecil tapi khasiatnya luar biasa ampuh hingga membuat korban langsung minta untu bercinta, tapi Alhamdulillah hal itu tidak sampai kejadian, meskipun aku bandel tapi kalo harus berbuat seperti itu aku agak pikir-pikir dua kali…

Orang-Orang Istimewa

Selain orang tua dan juga keluarga aku, ada orang-orang yang pernah hadir dalam hidup aku, baik semasa kecil, remaja sampai dewasa.
Yang pertama dia adalah seorang wanita yang begitu sempurna, baik lahir maupun bathin, dia adalah wanita yang pertama kali masuk dalam kehidupan aku, dia berna Euis, orangnya sangan cantik, rambutnya sebahu, giginnya putih dan juga baik hati, dia adalah wanita yang pertama terukir namanya dihati aku, aku sangat menyayanginya begitupun dengan dia, tapi pada saat dia kelas Empat SD dan aku kelas Tiga SD aku berpisah sama dia, paling kita ketemu kalau dia main kerumah neneknya, kebetulan rumah neneknya gak jauh dari rumah aku, terakhir aku ketemu ama dia sewaktu pernikahan kakaknya yang di adakan di rumah neneknya, sanagat luar biasa dia tambah cantik dan anggun, tapi sayang dia sekarang sudah menikah.

Yang kedua aku punya seorang pacar yaiti waktu aku masih di MTs, dia bernama Juwita ( adik kelas), dia seorang wanita yang cantik juga, baik dan yang penting dia sangat ngertiin aku, meskipun aku suka main perempuan karena kenakalan aku, tapi dia tetep setia sama aku, kemana pun aku pergi dia selalu ada, kita menjalin hubungan kurang lebih dua tahun setengah, setelah itu kita putus, kita putus karena aku sama dia di adu domba sana temen sendiri yang teryata dia juga mencintai pacar aku, sekarang aku gak tahu dia ada dimana, aku kehilangan jejak, dimana pun dia berada aku tetap ingat sama dia, dan jika dia sudah menikah aku turut berbahagia untuknya semoga rumah tangganya menjadi rumah tangga Samara ( Sakinah Mawaddah dan Rahmah).

Yang ketiga aku tertarik sama dia karena kepribadiannya yang sangat langka, dia seorang wanita yang sangat aktif di segala aktivitas, smart, ada juga baik , seorang wanita yang tegar, ikhlas meberima cobaan, sabar dan lain-lain, sayangnya dia juga sekarang udah nikah, suaminya seorang sarjana, dan sangat baik, tak lupa aku juga turut berbahagia untu pernikahannya, dan yang paling buat aku bahagia adalah ketika pada acra pernikahannya amu bisa datang.

Masa Kerja

Pada bulan juli tahun 2005 aku mulai memasuki dunia kerja, setelah sebelumnya aku lulus sekolah, aku masuk kerja karena jasa paman aku. Sebelumnya aku dan keluarga berdiskusi untuk langkah selanjutnya dalam perjalanan hidup aku, paman aku menyuruh aku kuliah sebelum aku mulai masuk ke dunia kerja, tapi aku tidak mau, aku mau bekerja sambil kuliah biar aku bisa mandiri dan bisa meresakan bagaimana rasanya mencari selembar-demi selembar uang wal hasil akhirnya cita-cita aku tercapai juga,.

Hari pertama aku masuk kerja, jam terasa lama berputar, hari ke hari terasa begitu lambat, aku kerja sebagai OB, aku mempunyai atasan yang begitu sangat “ aneh” , pekerjaan yang aku kerjakan selalu mendapatka kritikan darinya, apapun itu, tak jarang aku sama dia sering bertengkar setiap harinya, tapi ya aku sadar aku adalah seorang bawahan yang harus nurut sama dia apapun itu, tapi keadaan kita sudah berubah, aku sekarang merasa bebas, karena sekarang aku ada temen yang mambantu pekerjaan aku, memang untuk mencapai sesuatu atau untuk mencapai derajat yang tinggi itu di butuhkan pengornabanan dan perjuangan, tak ayal aku diperlakukan sama atasan aku bagaikan keset yang selalu diinjak, harga diri tak berguna lagi…..ya tapi untungnya masih ada Allah yang tak pernah tidur untuk mengawasi umatnya, derail air mata tak terbendung jika aku lagi sendiri dan membayangkan sikap atasan aku begitu, sering aku mengalami strees, melamun hingga membuat suasana kerja menjadi lain karena aku sering cemberut dalam bekerja yang mungkin jika ada rekan-rekan kerja aku yang mau menyuruh aku menjadi segan…

Pernah suatu kali di laporkan sama atasan aku oleh temen-temen rekan kerja aku, yang mungkin pada waktu itu mereka belom peka terhadap apa yang aku alami dengan sikap atasan yang seperti itu, aku di “ ceramahi” ya lumayan panjang dan lama, tapi sayang nya sikap atasan pada waktu itu berat sebelah, jika ada masalah selalu mendengarkan dari pihak yang lebih kaut, ya aku sadar aku memang orang kecil, yang di bayar, sehingga mungkin mereka bebas melakukan apa saja, karena sudah di bayar.

Inilah sepenggal kisah aku, yang tidak aku ceritakan sepenuhnya, Karen aku tidak kuat jika harus menoleh kebelakang…..

Jika ada yang salah itu semata-mata karena kebodohan aku semata, jika ada yang kurang itu semata-mata karena sifat manusia yang pelupa, aku hanya manusia biasa yang mencoba untuk menjadi lebih baik lagi.

Sekian.

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar